Jumat, 17 Januari 2014

`Trail` (CERPEN)



‘Trail‘

Author: Hasri Imroatul Izza
Tinggalkan jejak dengan like dan comen yaa:p jangan jadi pembaca gelap:p


Seorang gadis cantik, putih tinggi dengaan sebuah pita yang menghiasi rambut indahnya yang hanya digerai mampu membuat siapapun yang melihatnya  akan terpesona dengan aura kecantikan nya yang begitu natural.
Gadis ini melangkahkan kakinya dengan begitu santai melewati koridor sekolah sebelum memasuki kelasnya.

Disepanjang koridor, semua mata menatap kearahnya dengan tatapan yang mengartikan ‘kekaguman’. Tak heran juga jika banyak sekali kaum adam yang seringkali menyebutnya bidadari sekolah dan tak jarang pula diantara mereka yang  begitu berjuang untuk mendapatkan bidadari sekolah ini. Walau meski dalam kenyataannya; ia tak ingin dulu mengenal cinta.


Langkahnya berhenti ketika ia sudah berada pada sebuah pintu yang terpampang ‘IX B’ pada bagian depannya. Ia segera melangkahkan kakinya untuk segera memasuki kelas ini dan seperti biasa ia segera menyapa sahabat-sahabatnya.

“Selamat pagi semuaa”
Sapa gadis ini pada ke 4 sahabatnya yang tak lain Grace, Syifa, Lia jugaa Vivi.

“selamat pagi juga bidadari Siviaa:p” balas ke-empat sahabatnya bersamaan.

“ihh apaan sih kalian ini”
Seperti biasa, ketika sudah diledek oleh sahabat-sahabatnya , gadis cantik yang tak lain bernama Sivia ini hanya mampu tersenyum dengan pipi yang merah merona. Dan sesaat, ia beserta ke empat sahabatnya tertawa lepas.

**
14February.

“oh iya ini 14Februari kan?” tanya Grace, salah satu sahabt Sivia

“iyaa, keenapa emang grace?” tanya balik gadis kurus, mancung dengan dagu tirus yang tak lain Syifa.

“kalian ngga pada inget ini hari apa?”

Sivia, Syifa, Vivi serta Lia saling lempar  pandang  satu sama lain seraya menggelengkan kepalanya bersamaan. Yang menandakan bahwa ‘mereka tak tahu’.

“aduhh pliss deh. Ini itu hari Valentine, hari kasih sayang. Dan kalian tau apa artinyaa?” ucap Grace

“pangeran-pangeran di Sekolah ini akan mendekati sang bidadari sekolah seraya membawa kado dan mengatakan ‘selamat hari valentine bidadarii’ hahaha”
Ucap keempat sahabatnya seraya menatap gadis yang sedari tadi jadi bahan ledekannya. Sivia? Sivia hanya mampu memanyunkan bibirnya beberapa centi karena terus-terusan menjadi bahan lelucon para sahabatnya.

Teet Teet

Bel sekolah telah 2kali berdering yang menandakan bahwa saat ini adalah telah tiba waktunya istirahat. Semua orang berhamburan segera keluar kelas dan memadati kantin. Namun lain dengan orang lain, ke 5 sahabat ini seperti biasa lebih memilih menghabiskan waktu istirahat di kelas, ditemani obrolan-obrolan kecil maupun lelucon-lelucon kecil yang seringkali dilontarkan oleh mulut Grace.

“Selamat Hari Valentine bidadari”

“selamat hari kasih sayang cantik”

“Happy Valentine day Siviiaaa”

“Selamat hari Valentine Sivia Azizahh”


Mata sivia terperonjak kaget. Baru beberapa menit yang lalu bel istirahat dibunyikan. Namun, puluhan orang datang dengan begitu cepatnya segera berlarian memadati kelas 9b yang tak lain kelas Sivia dengan bergantian seraya mengucapkan ‘Happy Valentine Day’ dengan menenteng sekotak kado yang kemudian mereka berikan pada Sivia. Puluhan ucapan hari valentine, puluhan Surat cinta juga puluhan kado ia terima saat ini.

“selamat hari valentine juga  semua:) makasih ya buat kadonya:)”
Ucapnya pada puluhan kaum adam yang saat ini tengah memadati kelasnya. Meski sebenarnya Via tak suka dengan sikap mereka yang menurutnya ‘berlebihan’ ini, via tak pernah mengatakan atau bahkan hanya sekedar memancarkan raut ketidak sukaan nya. Ia masih tetap tersenyum seakan akan ‘ia menyukainya’ .

Inilah yang menyebabkan para kaum adam menyukai Sivia. Karna selain memiliki fisik yang ‘nyaris sempurna’ , via memiliki sifat yang begitu ramah dan selalu menghargai apapun yang orang lain lakukan untuknya. Meski banyak sekali yang menyukai Sivia, tak jarang pula beberapa orang yang tak suka dengan sivia, kaum hawa kebanyakan. Mungkin mereka iri dengan apa yang sivia rasakan saat ini. Ada likers, ada haters juga bukan? Lagian siapa sih yang tak ingin menjadi wanita yang ‘nyaris sempurna’ seperti Sivia?


**

Hidup sivia yang begitu sempurna membuat siapapun ingin seperti dirinya. Fisik yang begitu sempurna, dengan sifat ramahnya, juga otak encernya mampu membuat para kaum hawa menatapnya dengan tatapan ‘iri; .
Selain memiliki otak yang tergolong cerdas, gadis ini juga terlahir dari  keluarga pengusaha kaya raya. Memiliki orang tua yang begitu perhatian, memiliki adik lelaki yang begitu menyayangi sang kakak, dan memiliki empat sahabat yang selalu ada dalam suka-duka Sivia.
Hidup yang begitu indah ini membuat gadis ini selalu disayang oleh orang-orang sekitar. Namun, ini hanya berlaku dulu. Iya, hanya dulu.


**

“besok mamah sama papah ada keperluan bisnis di paris. Bakalan lama papah sama mamah disana”

“seberapa lama pah?”

“sekitar 3bulanan.terserah kalian mau ikut atau engga ”

“ariel ikut dong pahh:’ dari dulu ariel pengin banget liat menara eifel”
Ucap ariel, anak terakhir dengan nada manjanyyaa..

“boleh, kalo kamu gimana viaa?”

“aku engga deh pah, udah kelas 9 sayang kalo harus izin 3bulan. Kamu ikut riel? Kamu kan udah kelas 6, bentar lagi ujian. Apa ga sayang kalo harus ketinggalan pelajaran selama 3bulan?”

“iya sih:’ tapi ariel pengin ikut kak”

“yaudah, untuk kali ini kalian ngga usah ikut dulu yaa.. nanti setelah kalian kelulusan, papah janji bakal ngajak kalian ke paris. Okee?”

“beneran pah?” ucap kedua anaknya bersamaan.

“beneran dong:’ tapi ada syaratnya”

“apa pah?” tanya cepat sang adik, Ariel.

“kalian harus belajar dengan giat. Ngga boleh males dan ngga boleh lalai sama kewajiban. Oke?”

“siapp bos!”

“hahaha”
Gelar tawa anak dan orang tua menggelegar didalam rumah bernuansa minimalis ini. Membuat siapapun yang melihat pasti akan iri dengan keluarga kecil nan bahagia ini.


**
Telah satu minggu sudah Sivia maupun ariel ditinggal pergi orangtua mereka untuk menjalankan tugas di Prancis.
Sebenarnya, Sivia maupun Ariel ingin sekali untuk ikut bersama kedua orangtuanya untuk pergi ke Prancis. Namun, apa boleh buat, keadaan yang menuntut mereka untuk memilih ‘tidak ikut’.  Dan kini, dalam rumah sebesar ini hanya ditempati oleh 4manusia; Sivia, Ariel, bik Jasmin sang pembantu rumah tangga dan pa marno sang supir.
Bik jasmin dan Pa marno adalah sepasang suami istri yang sampai saat ini tak dikaruniai anak. dahulunya mereka adalah seorang pengemis jalanan yang kemudian di angkat papah sivia untuk tinggal dirumahnya sebagai pengurus rumah. Dan sejak saat itu, pak marno diikutkan kursus ‘bermobil’ oleh papah sivia agar nantinya beliau bisa menjadi supir pribadi keluarga bahagia ini.

Setelah satu minggu ditinggal pergi, semua tampak baik-baik saja.
Sivia masih tetap menjadi perempuan anggun yang begitu menawan; ia masih berada pada sekeliling orang-orang yang menyayanginya. Begitupun dengan Ariel, ia masih tetap menjadi lelaki rajin yang begitu menyayangi sang kakak, Sivia.

**

“kak berhenti dulu. Ariel capek”
Teriak Ariel kepada kakaknya, mencoba menginstruksikan agar sivia memberhentikan sepedanya. Yah. Kedua kakak beradik ini memang dari 2jam lalu menghabiskan hari minggu ini dengan bersepedan seperti biasa.

“gitu aja capek. Ah ngga hebat kamu de”

“kak bentar ya, ariel mau beli es krim itu dulu. Ariel haus”

“yayaya”

“kak Via jangan ninggalin ariel, jangan kemana-mana dulu, jangan sepeda-sepedaan dulu sebelum ariel balik lagi”

“iya bawel”

Ariel mengayuh sepedannya dengan kecepatan seperti biasa menuju abang penjual es krim yang mangkal diujung jalan sana. Ia mengayuh dengan nafas yang terengah-engah. Mungkin karena efek kecapean yang ia terima setelah bersepedaan 2jam tadi.
10menit sudah ariel berbincang dengan abang penjual es krim seraya menunggu es krim miliknya .
Namun sesaat..

‘BRRAAKKKK!!!!!!!’

Suara benturan yang teramat keras begitu mengganggu telingan anak kecil yang sedari tadi menunggu es krim miliknya yang tak lain adalah Ariel. Bukan hanya ariel, semua orang yang berada disekitar kompleks ini pun terlihat kaget dan segera berlarian kecil menuju kearah sumber suara.
Ariel yang juga penasaran akan apa yang telah terjadi pun segera membuntuti para warga untuk menuju kearah sumber suara benturan yang teramat keras ini. ia segera mengikuti kemana perginya para warga tanpa memikirkan es krim yang sedari tadi ditungguinya serta tidak memikirkan sang kakak yang menurutnya ‘ia tinggal’ disebrang jalan sana. Karna yang ada dalam fikirannya saat ini; ia begitu penasaran akan apa yang telah menghasilkan suara yang sebegitu kerasnya.
Pesawat luar angkasa yang jatuh kah? Atau pesawat koruptor yang telah terhempas ke bawah? Atau.. ah sudahlah. Berhenti berkhayal.__.


**
Ariel mengayuhkan sepeda dengan kecepatan yang tak seperti biasa. Kali ini, anak laki-laki ini mengayuhkan sepedanya dengan kecepatan yang tergolong ‘cepat’ . mungkin karena saking penasarannya ._.

Ayuhan sepedanya berhenti ketika ia menemukan segerombol warga sedang mengerubungi ‘sesuatu’ dijalan sana. Otak ariel dengan cepat dapat mencerna suasana saat ini yang menandakan bahwa saat ini telah terjadi kecelakaan, dan penyebab dari suara benturan yang teramat keras tadi adalah kecelakaan ini. yah ariel menyimpulkan seperti itu.

Tak ingin mencemaskan sang kakak yang ‘menurutnya’ masih menunggu diseberang jalan sana, ia segera memutar balikan sepedanya dan segera mengayuhkan sepedanya lagi. Namun , eittsss..

‘CYIIITTSS’

sepeda yang sedari tadi ia kayuh seketika ariel rem secara mendadak; tunggu dulu. Mata Ariel menangkap sesuatu. Sesuatu yang menurutnya sangat ia kenali. Sesuatu yang mengganggu pandangannya. Dan ia masih diam dalam posisinya beberapa saat seraya memandangi ‘sesuatu’ itu, memastikan bahwa pandangannya saat ini bukanlah khayalan maupun ilusi belaka. Dan..


‘Brak’

Benar! Pandangannya tak salah saat ini. ia membuang asal sepeda kesembarang arah. Tak peduli jika nantinya ada orang jahat yang akan mengambil sepedanya saat ini. karna sesuatu yang saat ini ia tangkap adalah sesuatu yang sangat penting. Pandangnnya masih menuju kearah sesuatu yang sedari tadi mengganggu pemandangnnya; sesuatu yang tak lain hanya sebuah sepeda berwarna silver. Ia begitu yakin dan begitu mengenali sepeda ini. sepeda yang menurutnya seperti.. ah sudahlah.

Ariel segera berlari menerobos kerumunan orang, memastikan seraya berharap bahwa yang terjadi bukanlah apa yang ia fikirkan saat ini. namun naas. Semua tak sebanding dengan harapan . ia menangis seraya mendekati sosok yang saat ini tergeletak.

“kakak..”

“kak Via bangun kakk..”

“jangan tingggalin ariel sendiri..”

Ucapnya seraya memeluk sosok yang tergeletak dengan luka parah dibagian wajah cantiknya yang tak lain adalah Sivia, kakak kandungnya.
Dan tanpa babibu lagi, ariel segera meminta bantuan para warga sekitar untuk membawa sivia, sang kakak ke Rumah Sakit terdekat.

**


Sebulan sudah gadis ini terus berdiam diri didalam kamar; memandangi wajahnya yang saat ini telah berubah bak monster. Bukan hanya wajahnya saja, kecelakaan yang beberapa waktu lalu menimpanya juga membuat kedua kakinya tak bisa digerakan alias lumpuh total.  Ia terus menangis, meratapi nasib yang saat ini menimpanya.
Ariel sang adik yang masih terus senantiasa menjaga dan merawat sang kakak tak pernah mengeluh maupun membentak sang kakak’. Karna ia tau, berada diposisi sang kakak saat ini bukanlah hal yang mudah.

Namun, meskipun seperti itu sivia selalu menolak dan melarang ketika Ariel, bik jasmin maupun pak marno akan memberitahu tentang mamah papahnya akan kecelakaan yang menimpanya saat ini.
Bukan apa-apa, ia hanya tak ingin pekerjaan orangtuanya terganggu hanya karna sebuah berita mengejutkan bahwa; wajah anak cantiknya sekarang berubah menjadi monster menyeramkan dan memiliki sepasang kaki yang tak bisa digerakan lagi?. Ah sunggu tak lucu.

Dalam satu bulan ini, ia hanya menghabiskan hari-harinya di dalam kamarnya. Entah didalam kamar hanya tiduran, baca buku atau hanya sekedar menonton acara televisi yang begitu membosankan. Namun menurutnya, seperti ini jauh lebih baik dibanding ia harus berangkkat sekolah, mengumbar bentuk wajahnya yang saat ini dipenuhi luka seperyi luka yang telah membusuk dibagian pipi kirinya . ‘memalukan’.  Menurutnya . lalu bagaimana dengan sekolahnya? Bagaimana dengan sahabt-sahabtnya? Tak ada satu dari teman sekolahnya maupun dari pihak sekolah yang mengetahui akan kecelakaan yang menimpa sivia. Yang mereka tau , beberapa waktu lalu mamahpapah sivia akan menjalankan tugas di luar negeri dan mungkin mereka kira sivia pun ikut serta.

**
Hari semakin berjalan dengan cepat. Namun gadis ini masih setia dengan keadaanya; masih terus berada dalam kamar tercintanya.

Sivia memencet remot tv berkali-kali. Menggonta-ganti dari chanel satu ke chanel yang lain. Memboosankan menurutnya. Namun tunggu . tangannya berhenti memencet-mencet tombol remot pada chanel *sensor* . Matanya tak luput dari acara yang saat ini ia tonton.
Dan sesaat, bulir-bulir airmata jatuh tanpa instruksi dari mata sivia. Sivia tak kuat menahan airmata ketika menonton acara ini. bagaimana tidak? Dalam tayangan itu, terlihat seorang gadis lucu berumur sekitar 16tahun yang sekarang harus kehilangan sepasang tangannya karena kecelakaanyang menimpanya setahun silam, namun ia tak menyerah! Ia terus bangkit. Dan ia mencoba menerima apa yang Allah beri saat ini. dan dengan seiringnya waktu, ia telah terbiasa melakukan sesuatu yang orang lain lakukan dengan tangan , tapi ia ‘sekarang’ melakukannya dengan kaki.

Sivia segera memencet tombol off pada remot televisinya. Ia menarik nafasnya dalam-dalam dan ia keluarkan secara perlahan.

“dia aja bisa kenapa aku ngga?”

“aku ngga boleh nyerah. Hidup kamu masih panjang sivia..”

“Sivia kamu bisa!! Kamu pasti bisa! Ini cuma ujian dari Allah. Dan Allah ngga akan ngasih cobaan diluar batas kemampuan hambanya”

“okey. Aku bisa!!”

Gumamnya berkali kali didepan cermin, mencoba menyemangati dirinya sendiri.


**

“kakak beneran mau berangkat sekolah?” tanya Ariel, mencoba memastikan akan kemauan kakaknya.

“beneran lah sayang:)”

“tapi kan..”

“sstt.. udah ngga usah ngehawatirin kakak, ini Cuma cobaan dari Allah kok. Dan kakak pasti bisa ngadapinya. Kamu tau kan kalo Allah ngga akan menguji hambanya diluar batas kemampuan?”

Ariel terpukau. Ia seperti tak sedang berhadapan dengan kakaknya. Ia seperti berhadapan dengan orang yang begitu mulia; namun ia lebih senang jika kakaknya seperti; tak mudah putus asa.

**
Semua mata memandang ketika seorang yang begitu lama tak terlihat sosoknya kini tengah muncul ‘kembali’ . namun dengan fisik yang berubah total; dengan wajah hancur disertai luka membusuk dibagian pipi kiri, juga dengan kursi roda yang saat ini menjadi pengganti kakinya.

Namun, Meski fisiknya saat ini telah berubah menjadi ‘sivia yang menyeramkan’ bagi sebagian orang, namun hati sivia masih seperti dulu. Terbukti ketika ia melewati  Disepanjang koridor, ia masih senantiasa memamerkan senyuman manisnya. Senyuman  yang ‘dahulu’ begitu mereka idam-idamkan. Yang  kini hanya menjadi sebuah benda yang tak lagi ada harganya; sakit memang. Namun ia tak memperdulikan. Pak marno masih mendorong kursi roda sivia hingga sampai pada kelasnya; kelas 9b.

“assalamualaikum”
Ucapnya ketika memasuki kelas. Semua orang yang berada didalam kelas menengok ke sumber suara; memastikan bahwa pendengaran mereka tak salah; memastikan bahwa suara yang mereka dengar tadi adalah suara yang begitu mereka rindukan saat ini. namun, ketika semua telah menengok ke sumber suara, bukan pelukan hangat yang ia dapat saat ini. namun tatapan-ttapan tak suka, heran kaget lah gadis ini dapatkan. Bukan hnya itu mereka bahkan segera menutup hidungnya, menyumbat hidungnya rapat-rapat karna aroma luka yang membusuk dibagian pipi kirinya.

Sivia segera menjalankan kursi rodanya menuju kearah bangkunya. Namun hal yang tak terduga diterimanya. Vivi, ‘sahabat’ yang dahulu adalah teman sebangkunya kini dengan tak berdosanya ia segera mengambil tasnya dan segera pindah pada bangku paling pojok kanan. Sivia yang melihat itu dengan mata kepalanya hanya mampu tertunduk.

Saat akan berangkat sekolah tadi, ia sangat berharap bahwa ia akan diberi kejutan. Atau setidaknya akan diberi sebuah pelukan hangat dari para sahabatnya; namun dugaanya salah besar. Memang ia telah mendapat sebuah kejutan, kejutan dimana saat ini ia melihat para sahabatnya berlagak seperti oranglain baginya, bahkan hanya untuk sekedar bertanya ‘kamu kenapa? Apa yang telah terjadi terhadapmu?’ pun tak terlontarkan. Mereka benar-benar menjauhi Sivia. Menjauhi hanya karna keadaannya sekarang.

**

Seminggu sudah sivia terus menghadapi keadaan yang seperti ini, keadaan yang mampu membuatnya seringkali mengeluarkan airmata.
Namun, ia tak pernah berhenti untuk menyemangati dirinya sendiri untuk tidak menyerah . Allah ngga akan kasih cobaan diluar batas kemampuan hambanya. Dan dibalik kesabaran, pasti akan ada hasil yang diperoleh kelak” kalimat itulah yang saat ini menjadi penyemangat hidup sivia.

Semakin hari bukan malah semakin mendekat, teman-teman sekelas sivia justru malah lebih menjauhi Sivia. Bahkan sekarang semua teman sekelasnya selalu memakai masker ketika memasuki kelas . dan lagi-lagi Sivia hanya tertunduk ‘apa segitu baunya aku sampai kalian seperti itu? Tuhan sabarkan hamba’ ucapnya dalam hati.

‘TeetTeet’

Bel sekolah telah 2x berdering. Menandakan bahwa saat ini sudah waktunya masuk setelah 15menit waktu istirahat. Dan tak lama, seorang guru cantik perawakan langsing memasuki kelas. Baru beberapa menit guru ini memasuki kelas, tiba-tiba..

“bu saya izin kebelakang”
Ucap Sivia seraya mengangkat tangan kananya

“kenapa ngga saat istirahat tadi sivia?”

“maaf bu saya lupa”

“oh yaudah, kamu sendirian? Ayo anak-anak, salah satu dari kalian temenin sivia kebelakang gih:)”
Ucap buguru cantik ini kepada seluruh murid dikelas. Sedang semua hanya diam tak ada yang menanggapi.

“Grace? Vivi? Syifa? Lia?”
Tanya pada keempat anak ini yang tak lain adalah ‘sahabat’ sivia dulu. Namun mereka? Mereka hanya menggeleng pelan tanpa menatap sosok yang mengajaknya bicara.

“nggapapa kok bu, saya bisa sendiri:)”
Ucap sivia yang tak lagi mampu menahan airmata, dan dengan sekuat tenaga ia menggerakan kursi rodanya kearah kamar mandi yang letaknya jauh diujung koridor sana.

**

“baik anak-anak, sekarang coba kumpulkan Tugas yang ibu guru berikan minggu lalu”
Perintah bu guru cantik ini yang tak lain adalah guru bahasa Indonesia.
Dan dengan cepat, semua anak telah mengumpulkan tugasnyakedepan kelas.

“kok kurang satu? Siapa yang belum ngumpulin?”

“sivia bu, kan dia lagi ke belakang tadi” ucap salah satu murid

“Grace, coba ambilkan tugas Sivia didalam tas Sivia. Karna bu guru harus rapat saat ini juga”

“baik bu” dan mau tak mau, grace segera melangkahkan kakinya menuju bangku no.1 . dan merogoh isi dalam gendong milik sivia. Namun matanya menatap sebuah buku yang mampu membuat matanya seketika membulat. Matanya menatap sebuah buku dimana pada cover buku tersebut terdapat foto dirinya, Vivi, syifa, lia dan Sivia itu sendiri.
Tanpa babibu, ia segera mengambil tugas bahasa indonesia milik tasya dan segera menyerahkannya kepada bu guru . ia  tak lupa juga mengambil buku yang tadi mampu membuat kaget karena cover buku tersebut.

Dengan secepat kilat, bu guru telah pergi meninggalkan kelas ini dan segera menuju ke kantor untuk mengikuti rapat guru. Dan disisi lain, Grace masih menggenggam buku bercover dirinya dan sahabt2nya dulu . ia membuka halaman demi halaman, dan barulah ia mengetahui bahwa buku ini adalah ‘buku curahan hati’ Sivia. Tangan sivia berhenti membuka halaman pada halaman terakhir. Halaman yang berisi tentang curahan hati Sivia saat ini.

”Semua berubah

Semuanya berubah hingga sedemikian rupa..
Aku.. Aku yang dahulu adalah seorang ‘bidadari sekolah’ kini telah berganti menjadi ‘sampah sekolah’
Dahulu, hampir semua orang berbondong-bondong mendekatiku..
Tapi sekarang.. Kalian malah berbondong-bondong menjauhiku..
Aku tak pernah menyangka bahwa ternyata ada bahkan banyak sekali orang yang hanya menilai, mendekati dan menemani hanya karna fisik semata.
Aku tau aku yang sekarang bukanlah aku yang dulu; bukan Sivia yang selalu kalian puji; bukan Sivia yang selalu kalian iri; dan bukan pula Siivia si bidadari sekolah.
Bahkan aku yang sekarang adalah seorang gadis cantik yang seakan terkena kutukan menjadi monster yang teramat menyeramkan disertai bau yang begitu menyengat.

Semua terasa baik-baik saja sebelum kejadian itu..
Kejadian yang menimpaku beberapa bulan silam
Kejadian yang membuat sepasang kakiku lumpuh
Kejadian yang membuat wajahku ‘tak berbentuk’

Namun setelah kejadian itu, semua berubah. Berubah total..
Semua orang berlomba-lomba menjauhiku seakan aku adalah virus yang teramat sangat mematikan..
Semua orang berbondong-bondong menutup hidung mereka kala aku melintas diantara mereka seakan aku adalah sampah yang teramat sangat kotor dan tak beerguna.
Keadaan yang membuatku harus merasakan seperti ini..

Namun aku masih tak menyangka bahwa kalian pun ikut diantara mereka, sahabat?
Aku masih tak menyangka bahwa kalian pun ikut menjauhiku hanya karna fisiku yang berubah seperti ini.
Apa kalian lupa tentang semua yang telah kita lakukan dahulu saat masih bersama?
Apa kalian lupa dimana tempat kalian mencurahkan isi hati ketika kalian tak lagi mampu menahan?
Apa kalian lupa dengan janji kita yang akan selalu ada dalam keadaan apapun?
Sekarang, dalam keadaan aku yang seperti ini; keadaan yang sangat membutuh seorang teman,  dimana kalian?

Aku ingat sekali, dahulu kalian pernah mengatakan bahwa kalian ingin seperti aku; ingin mengalahkan kecantikanku ‘dulu’.
Sekarang Coba ambil cermin dan tanyakan pada mereka sahabat, impian kamu terwujud..
Harapanmu menjadi nyata sekarang..
Aku tau kalian pasti senang karna sekarang kalian bisa ngewujudin mimpi kalian..
Tapi, apa kesenangan kalian harus tergambar dengan menjauhiku?
Apa sejahat itu kalian pada Sivia?

Grace, Vivi, Syifa, Lia, makasih ya udah ‘pernah’ jadi sahabat aku.
Makasih Udah pernah ngisi hari-hari aku.
Makasih Udah pernah buat hidup aku lebih berwarna, meski saat ini hanya hitam gelap yang menyelimuti hidup aku.
Makasih udah pernah jadiin aku orang yang special dalam hidup kalian.
Makasih , makasih .. banget:
Semoga.. kalian ngga akan penah nyesel ‘pernah’ mengenal aku ya .
Iloveyouso:’)”
Grace membacakan isi pada lembar terakhir diary milik Sivia ini dengan volume lantang. Membuat semuanya menjadi diam seolah ada guru yang mengajar saat ini:’
Dan tanpa instruksi, airmata telah mengalir derasmembasahi pipi chubby’nya. Bukan hanya grace, Vivi, lia, Syifadan teman kelas lainnya pun turut ikut mengeluarkan airmata. Sadar akan ‘betapa jahatnya mereka sekarang terhadap sivia’ mungkin:’

Grace segera menutup buku milik Sivia ini, dan tiba-tiba sebuah benda terjatuh dari dalam lembaran buku ini; grace segera membungkukan badannya guna memungut barang itu.

Grace kaget; ia begitu tercengang melihat sesuatu yang tadi jatuh yang tak lain adalah foto dirinya bersama keempat sahabatnya yang Sivia ambil saat perjalanan pulang sekolah beberapa bulan silam. Grace membalikan bagian depan foto itu, dan terpampang jelas sebuah tulisan tangan yang diketahui adalah tulisan tangan Sivia.

“28 Maret 2013-
 kalian ingat foto ini? foto ini adalah foto yang aku ambil sehari sebelum kecelakaan maut itu menimpaku. Foto yang menjadi kenangan terakhir kebersamaan kita. Kalian tau, Aku begitu merindukan momen ini. momen dimana kita masih bersama. Tak seperti sekarang:’)”
tangisnya semakin deras setelah membaca tulisan yang terdapat dalam bagian belakang foto ini; namun sesaat tangisnya agak mereda ketika mendengar tanda-tanda orang akan masuk dalam kelas ini

“Assalamualaikum”

Semua orang menatap kearah gadis yang saat ini berada diambang pintu. Dan dengan sekejap seluruh siswa telah menggerombol  mengerubungi gadis ini; gadis yang membuat mereka sekarang seakan dikepung oleh perasaan bersalah; gadis yang tak  lain adalah Sivia.

“Sivia.. maaf.. maafin kita yang udah njauhin kamu.. maaf:’(“ ucap Vivi, salah satu sahabat Sivia.

“iya vi, maafin kita.. ngga seharusnya kita njauhin kamu kaya gini. Kami semua sayang kamu via..” sambung Syifa
Gadis ini tak bergeming, masih tak menyangka akan apa yang ia hadapii saat ini; namun sesaat, gadis ini tersenyum..

“aku juga sayang kalian semua kok:)”

Semua saling memeluk satu sama lain, semuanya begitu terhanyut dalam suasana ini; suasana yang begitu mengharukan, suasana yang begitu menguras airmata; airmata kebahagiaan:’)

-Bukankah Allah pernah menjelaskan bahwa setiap kesabaarn pasti akan memperoleh hasil yang indah? Maka bersabarlah meski awalnya terasa sulit-

-ketika kamu akan menjauhi sahabatmu, ingatlah saat indah bersamanya..
  Ketika kamu akan membenci sahabatmu, ingatlah bahwa dia selalu ada dalam suka duka kamu..
  Dan  ketika kamu akan mengkhianati sahabatmu, ingatlah bahwa ia selalu mengalah demi kamu..”

                    The End

Tidak ada komentar:

Posting Komentar