Jumat, 09 Februari 2018

do you remember? (1)



17 Januari 2016

Aku terbangun ditengah dinginnya malam dengan desahan nafas yang kian memburu. Memecah keheningan ditengah sunyinya malam. Dan ah .basah apa ini dibantal? Oh rupanya aku tengah menangis waktu tertidur. Aku tak tau pasti aku telah bermimpi apa, tapi yang pasti aku dan kamu lah pemeran utama dalam putaran alam mimpiku. Bagaimana mungkin dalam tidurpun aku bisa mengenangmu? Bahkan hingga menangis sedu.. ah hal bodoh macam apa lagi ini..

Aku mencoba menghilangkan putaran mimpi yang tak bisa aku ingat itu dalam otaku. Iseng saja ku buka galeri namun tak sengaja ku buka folder screenshot dalam galeri. Ah sial kenapa harus folder itu... tanganku terlalu gatel untuk segera membuka rentetan foto hasil screenshot ku dengan kamu. Kubaca semua dari awal. Kubaca smsku dengan kamu dalam foto yang penuh emoticon nangis  itu, dan ah... aku ingat betul ini kala mana aku dan kamu terlibat cinta segitiga dengan sahabatku. Ketika kita bimbang untuk mengarah kemana hubungan kita. Aku sangat ingat ketika kita begitu memperjuangkan cinta kita. Aku juga ingat ketika kamu menuju kerumah temanku hanya untuk menjelaskan pada sahabatku tentang hubungan kita. Ingatkah kamu jika kita pernah berjuang sedemikian kuatnya hingga akhirnya kita memilih melanjtkan cinta itu? hingga akhirnya kita bisa bertahan dalam kurun waktu yang tidak lama itu?. Namun ternyataa kamu justru memilih pergi bersama perempuan lain yang padahal kamu sendiripun tau ia bagaimana...

Di barisan foto lain terpampang pula percakapan kita mengenai kamu yang saat itu sedang masa-masa futsal kelas 10. Ah ya aku pun ingat , memori itu kembali berputar ketika kuingat kau dengan lihainya memainkan bola dan mencetak gol untuk kelasmu, X IPA6. Aku bersyukur kala itu dapat menyaksikan pertandinganmu setiap saat itu, bahkan sampai pada akhirnya kamu menjadi pencetak gol terbanyak! Lagi-lagi aku berteriak dalam hati, kau hebat, selalu memukau dalam berbagai hal. Aku mencintaimu.

Lalu kugeser lagi rentetan foto itu, terpampang pula sms kamu yang lain. Oh iya aku ingat. Itu adalah percakapan kala kamu sedang mengikuti lomba di luar kota. Jika dihitung, kira-kira sudah berapa pertandingan yang telah kamu lalui ketika bersamaku? Senyumku terukir ketika mengingat itu.. mengingatmu yang kala itu selalu menelfonku disetiap keadaan, bahkan sampai teman-temanmu disana mulai menggodamu..manis. yah lagi-lagi aku menangis. Menangis mengetahui kenyataan jika kau memang telah pergi. Ah sebenarnya bukan kamu yang pergi, tapi aku yang telah kau tendang jauh dari hatimu. Jika kamu melihat tulisan ini, aku mohon jangan heran mengenai apa yang selama ini telah ribuan kata kutulis ini. Karna aku.. selalu merindumu.

                                                                                                dari ciku yang telah lama kau depak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar