17 Januari 2016
Aku terbangun ditengah
dinginnya malam dengan desahan nafas yang kian memburu. Memecah keheningan
ditengah sunyinya malam. Dan ah .basah apa ini dibantal? Oh rupanya aku tengah
menangis waktu tertidur. Aku tak tau pasti aku telah bermimpi apa, tapi yang
pasti aku dan kamu lah pemeran utama dalam putaran alam mimpiku. Bagaimana mungkin
dalam tidurpun aku bisa mengenangmu? Bahkan hingga menangis sedu.. ah hal bodoh
macam apa lagi ini..
Aku mencoba
menghilangkan putaran mimpi yang tak bisa aku ingat itu dalam otaku. Iseng saja
ku buka galeri namun tak sengaja ku buka folder screenshot dalam galeri. Ah
sial kenapa harus folder itu... tanganku terlalu gatel untuk segera membuka
rentetan foto hasil screenshot ku dengan kamu. Kubaca semua dari awal. Kubaca
smsku dengan kamu dalam foto yang penuh emoticon nangis itu, dan ah... aku ingat betul ini kala mana
aku dan kamu terlibat cinta segitiga dengan sahabatku. Ketika kita bimbang untuk
mengarah kemana hubungan kita. Aku sangat ingat ketika kita begitu
memperjuangkan cinta kita. Aku juga ingat ketika kamu menuju kerumah temanku
hanya untuk menjelaskan pada sahabatku tentang hubungan kita. Ingatkah kamu
jika kita pernah berjuang sedemikian kuatnya hingga akhirnya kita memilih
melanjtkan cinta itu? hingga akhirnya kita bisa bertahan dalam kurun waktu yang
tidak lama itu?. Namun ternyataa kamu justru memilih pergi bersama perempuan
lain yang padahal kamu sendiripun tau ia bagaimana...
Di barisan foto
lain terpampang pula percakapan kita mengenai kamu yang saat itu sedang
masa-masa futsal kelas 10. Ah ya aku pun ingat , memori itu kembali berputar
ketika kuingat kau dengan lihainya memainkan bola dan mencetak gol untuk
kelasmu, X IPA6. Aku bersyukur kala itu dapat menyaksikan pertandinganmu setiap
saat itu, bahkan sampai pada akhirnya kamu menjadi pencetak gol terbanyak!
Lagi-lagi aku berteriak dalam hati, kau hebat, selalu memukau dalam berbagai
hal. Aku mencintaimu.
Lalu kugeser
lagi rentetan foto itu, terpampang pula sms kamu yang lain. Oh iya aku ingat.
Itu adalah percakapan kala kamu sedang mengikuti lomba di luar kota. Jika dihitung,
kira-kira sudah berapa pertandingan yang telah kamu lalui ketika bersamaku?
Senyumku terukir ketika mengingat itu.. mengingatmu yang kala itu selalu
menelfonku disetiap keadaan, bahkan sampai teman-temanmu disana mulai
menggodamu..manis. yah lagi-lagi aku menangis. Menangis mengetahui kenyataan
jika kau memang telah pergi. Ah sebenarnya bukan kamu yang pergi, tapi aku yang
telah kau tendang jauh dari hatimu. Jika kamu melihat tulisan ini, aku mohon
jangan heran mengenai apa yang selama ini telah ribuan kata kutulis ini. Karna
aku.. selalu merindumu.
dari ciku yang telah lama kau depak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar